Pemerintah Harus Tegakkan Hukum HAM dan Ketertiban Ruang Publik

RMOLJabar. Meja Indonesia bekerjasama dengan Lingkar Khatulistiwa Institute menggekar diskusi publik dengan tema "Ancaman Intoleransi terhadap ketahanan Bangsa: Peran Pemerintah, Akademisi, Mahasiswa, dan Pers dalam merawat Kebhinekaan" yang bertempat di Auditorium IFI Jalan Purnawarman No. 32 Bandung. Selasa (25/04).



Diskusi ini dimaksudkan untuk memformulasikan peran aktif akademisi, generasi muda serta pers dalam menyikapi maraknya kasus intoleransi dalam rangka memelihara kemajemukan bangsa.

Salah satu Dosen Jurusan Antropologi Universitas Padjajaran (Unpad) yang juga menjadi pembicara Selly Riawanti mengatakan, intoleransi yang terjadi di Indonesia semakin menguat dan marak dalam kehidupan berbangsa.

Sehingga, menurutnya, Intoleransi mengancam kehidupan kebangsaan, dan justru muncul dalam konteks politik negara yang seharusnya yang menjadi wadah kehidupan berbangsa.

"Seperti contohnya persaingan dalam pilkada DKI Jakarta yang melibatkan isu-isu etnis dan agama, menyebar luas," ungkapnya saat memberikan materi.

Sehingga kata dia, pemerintah harus menegakkan hukum HAM dan ketertiban ruang publik dan bertanggung jawab untuk segera bertindak dalam kasus-kasus intoleransi.

"Begitupun dengan Pendidikan formal atau sekolah yang harus juga mencoba memberikan pendidikan yang lebih kepada ruang-ruang publik dalam menjaga kebhinekaan," tandasnya.[gun]

Posted in Project

Tags: news

 Cetak  E-mail

Profil

LINGKAR KHATULISTIWA INSTITUTE merupakan forum pemikiran progresif yang independen dan nonpartisan terkait analisis kebijakan publik di Indonesia. Kami berusaha untuk memadukan metode penelitian lintas keilmuan dalam mengkaji permasalahan yang berkembang

SELENGKAPNYA

Alamat & Kontak

Jalan Cengkeh No 1. Margonda Raya. Depok
 
(021) 643 176
 
info@lingkarkhatulistiwa.com
www.lingkarkhatulistiwa.org