Infrastruktur Penunjang Asian Games di Palembang

Oleh : Hafsa Nurrizky

Asian Games merupakan bentuk kompetisi dan kerjasama untuk menjalin hubungan antara sejumlah negara di Asia diantaranya Indonesia, Afganistan, Korea, Qatar, Bahrain, Kuwait, Saudi Arabia, Bangladesh, Kyrgyzstan, Singapore, Bhutan, Laos, Srilanka, Brunei Darussalam, Lebanon, Syria, Kamboja, Macau, Iran, Cina, Malaysia, Taipei, Orea, Maldives, Tajikistan, Hongkong, Mongolia, Thailand, India, Myanmar, Timor-Leste, Nepal, Turkmenistan, Irak, Oman, Jepang, Pakistan, Jordan, Palestina, Vietnam, Kazakhsran, Filipina, dan Yaman.

Pada awalnya, nama Asian Games adalah Far Eastern Championship Games yang  hanya untuk menunjukkan kesatuan dan kerjasama hanya antara tiga negara yaitu Kerajaan Jepang, Kepulauan Filipina dan Republik Tiongkok. Far Eastern Championship Games pertama kali diadakan di Manila pada Tahun 1913. Berikut ini Tabel negara-negara yang pernah menjadi tuan rumah dalam penyelenggaraan kompetisi Asian Games.

Pada Tahun 2018 ini, Indonesia dipercaya menjadi tuan rumah penyelenggara dalam kompetisi olaharaga terbesar se-Asia ini. Asian Games diselenggarakan di dua kota besar di Indonesia yaitu Jakarta dan Palembang yang dimulai dari 18 Agustus 2018 sampai dengan 2 September 2018. Agar Asian Games dapat berjalan dengan maksimal, pemerintah bekerjasama dengan vendor yang bergerak pada bidang konstruksi untuk melakukan perbaikan infrasturkur dalam menyambut perhelatan akbar ini.

Perbaikan infrastruktur penunjang perhelatan Asian Games ini menjadi tugas penting bagi pemerintah khususnya di dua kota besar tersebut. Di palembang sendiri, dilakukan perbaikan fasilitas dan penambahan venue olahraga di Komplek Jakabaring Sport City seperti venue Bowling. Sebelumnya, di Komplek Jakabaring Sport City telah terdapat fasilitas diantaranya lapangan sepak bola yang biasa disebut oleh masyarakat sekitar Stadion Gelora Sriwijaya, venue panahan, venue atletik, venue aquatik, venue panjat tebing, venue sepatu roda, venue lapangan tembak, venue ski air, venue voli pantai,venue gymnastic, venue anggar, venue badminton (gedung GOR Ranau), venue dayung, lapangan tenis bukit asam, lapangan baseball dan softball, serta arena petanque. Selain perbaikan dan penambahan infrastruktur di Komplek Jakabaring Sport City, pemerintah Palembang juga menambahkan fasilitas transportasi pendukung seperti Transmusi dan Light Rapid Transit (LRT) serta dilakukan renovasi terhadap Jembatan Ampera yang selama ini menjadi jalan penghubung utama antara daerah ilir dan ulu di Palembang.

Pembangunan LRT ini telah dimulai sejak akhir tahun 2015. Proyek ini bernilai Rp 10,9 Triliun. LRT memiliki 13 stasiun, 1 depo, dan 9 gardu listrik yang akan digunakan untuk 14 rangkaian kereta. Masing-masing rangkaian kereta terdiri atas 3 gerbong dengan kapasitas setiap kereta yaitu 180-250 penumpang. Proyek LRT akan menghubungkan bandar udara Sultan Mahmud Badaruddin II menuju kawasan Komplek Jakabaring Sport City. Vendor dalam pembuatan LRT yang panjangnya 23 km ini dipercayakan kepada PT Waskita. PT Waskita awalnya menjanjikan proyek LRT ini akan selesai pada awal tahun 2018, tetapi pada kenyataannya sampai dengan Mei 2018 pun proyek LRT tersebut belum dapat beroperasi

Renovasi infrastruktur penunjang Asian Games 2018 baik dalam hal pembangunan LRT maupun renovasi Jembatan Ampera memiliki dampak yang cukup masif. Dampak tersebut berupa terbukanya lapangan pekerjaan yang sangat besar bagi warga masyarakat Palembang. Tetapi di balik itu, warga masyarakat Palembang harus bersabar ketika menggunakan jalan protokol di kota Palembang, karena adanya kemacetan yang disebabkan oleh adanya pembangunan LRT dan renovasi Jembatan Ampera yang menghubungkan antara daerah ilir dan ulu.

Warga berharap proyek LRT dan renovasi Jembatan Ampera dapat diselesaikan secepat mungkin mengingat Asian Games sudah hampir mendekati hari pelaksanaan serta pemerintah juga dapat dengan segera memperbaiki jalan-jalan di Palembang yang rusak karena pembangunan LRT. Selain itu, warga juga berharap pemerintah dapat memaksimalkan penggunaan fasilitas tersebut sebagai solusi dari kemacetan yang dari hari ke hari kian meningkat.

Posted in Publikasi

 Cetak  E-mail

Profil

LINGKAR KHATULISTIWA INSTITUTE merupakan forum pemikiran progresif yang independen dan nonpartisan terkait analisis kebijakan publik di Indonesia. Kami berusaha untuk memadukan metode penelitian lintas keilmuan dalam mengkaji permasalahan yang berkembang

SELENGKAPNYA

Alamat & Kontak

Jalan Cengkeh No 1. Margonda Raya. Depok
 
(021) 643 176
 
info@lingkarkhatulistiwa.com
www.lingkarkhatulistiwa.org